sdtoto.id, JAKARTA: Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa jumlah kasus judi online di Indonesia meningkat secara signifikan sejak 2017.
Data terbaru yang dirilis oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam rapat koordinasi di Kemenko Polhukam pada Selasa (23 April) menunjukkan sebanyak 3,2 juta Warga Negara Indonesia (WNI) terlibat dalam praktik judi online sepanjang tahun 2023.
Terungkap juga bahwa perputaran uang dari judi online mencapai angka mencengangkan, menembus Rp 327 triliun hanya dalam satu tahun.
Angka ini dihasilkan dari 168 transaksi judi online yang dilakukan sepanjang tahun lalu.
Baca Juga : narkoba-dan-judi-online-ancaman-serius-generasi-muda-di-pedesaan
“Tahun 2023 ada 3,2 juta WNI main judi online. Sebanyak 80 persen dari mereka bermain dengan nilai taruhan di bawah Rp 100 ribu. Bahkan, pada triwulan pertama tahun 2024, perputaran uang mencapai Rp 100 triliun, angka yang luar biasa,” tutur Menko Hadi setelah raapat koordinasi, seperti dilansir oleh detikNews.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online.
Menko Hadi menekankan aparat berwenang berkomitmen untuk menegakkan hukum dengan fokus pada para pelaku dan bandar judi.
Untuk itu, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan otoritas di negara lain guna menindak para pelaku judi online yang beroperasi lintas batas.
Menko berusia 61 tahun itu lebih lanjut mengatakan permainan judi online yang paling diminati di Indonesia adalah permainan slot karena sifatnya yang mudah dimainkan.
“Pada tahun 2023, kita menyaksikan peningkatan penggunaan link alternatif dan server dari luar negeri yang menghadirkan permainan judi online, khususnya slot, sebagai yang paling diminati,” jelasnya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria dilansir Kontan mengatakan praktik judi online saat ini merugikan kalangan masyarakat kecil.
Baca Juga : pakar-solusi-judi-online-ada-empat-langkah
“Korban judi online adalah orang-orang kecil, mulai dari ibu rumah tangga, sopir truk, tukang ojek, hingga pedagang bakso. Kehidupan mereka hancur karena kecanduan,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan pemerintah akan terus memerangi konten dan situs judi online atau judi slot yang masih beredar di ruang digital.
“Judi online merusak masyarakat kita dan menghisap sumber daya negara. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerugian ekonomi, namun juga mencakup masalah pinjaman online ilegal yang semakin menyengsarakan masyarakat. Kita tidak boleh mempertaruhkan nasib rakyat dalam hal ini,” pungkasnya.