sdtoto.id, Bank SulutGo (BSG) Kota Gorontalo akhirnya angkat bicara mengenai dugaan hilangnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di rekening SDN 56 Kota Timur. Investigasi BSG mengungkap kejanggalan yang mengarah pada dugaan keterlibatan aplikasi misterius, yang diduga terkait judi online, di salah satu perangkat yang digunakan pihak sekolah.
Temuan Kejanggalan dalam Sistem Keamanan
Frida, Pimpinan BSG Kota Gorontalo, menjelaskan bahwa sistem keamanan rekening institusi di BSG memiliki protokol ketat, yang mengharuskan penggunaan tiga perangkat berbeda dengan tiga pengguna terpisah (maker, checker, dan approver) serta kata sandi unik masing-masing.
Namun, hasil investigasi mengungkap pelanggaran terhadap standar keamanan ini.
Baca Juga : pengungkapan-judi-online-dan-tradisional-di-aceh-tenggara-awal-2025
“User maker dan checker menggunakan kata sandi yang sama. Ini melanggar aturan dan mempermudah akses ilegal,” ungkap Frida pada Senin (20/1/2025).
Aplikasi Judi Online 365Ball Diduga Terlibat
Investigasi lebih lanjut menemukan adanya empat aliran dana mencurigakan dari rekening SDN 56 ke sebuah sekolah di Sumatra Barat. Selain itu, tim investigasi BSG juga menemukan aplikasi tak dikenal bernama 365Ball di perangkat ponsel pihak sekolah.
“Berdasarkan informasi awal, aplikasi ini diduga terkait dengan judi online. Meskipun perangkat tampak bersih, keberadaannya menjadi salah satu fokus investigasi kami,” kata Frida sambil menunjukkan bukti temuan.
Dana BOS Dikembalikan, Kasus Masih Diaudit
Meskipun hasil investigasi belum menemukan transaksi langsung ke situs judi online, BSG tetap mengembalikan dana yang hilang berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo.
“Setelah pertemuan dengan Penjabat Wali Kota dan DPRD, kami memutuskan untuk menalangi dana tersebut agar operasional sekolah tidak terganggu,” jelas Frida.
BSG memastikan bahwa audit lebih lanjut masih terus berjalan untuk menyelidiki kemungkinan penyalahgunaan dana lebih dalam.
Respons Pihak Terkait
Baca Juga : bahaya-judi-online-ancaman-besar-bagi-masyarakat-dan-generasi-muda
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDN 56 Kota Gorontalo, Hardoni, belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman, menyatakan bahwa masalah ini telah dianggap selesai.
“Mohon maaf, saya tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari dugaan terkait judi online. Setahu saya, kasus ini sudah diselesaikan seminggu lalu,” ujar Lukman saat dihubungi, Kamis (24/1/2025).
Peringatan Penting: Keamanan Transaksi Digital
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak terkait pentingnya keamanan transaksi digital, terutama dalam pengelolaan dana sekolah. Keberadaan aplikasi yang mencurigakan menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap perangkat yang digunakan dalam transaksi keuangan sekolah.
Dengan meningkatnya ancaman judi online, pemerintah, lembaga pendidikan, dan perbankan perlu memperkuat regulasi serta edukasi terkait keamanan siber agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.