sdtoto.id – Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi masyarakat dari penipuan yang berkedok judi online. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap rayuan judi online yang sering menawarkan iming-iming kemenangan yang menyesatkan.
Saat ini, judi online telah berkembang menjadi salah satu bentuk penipuan yang sangat merugikan masyarakat. Di balik kemudahan akses yang ditawarkan oleh platform digital, tersembunyi praktik ilegal yang dirancang untuk menjebak pemain agar terperangkap dalam permainan yang sudah diatur.
Baca Juga : ragam-sorotan-terhadap-rencana-bansos-bagi-korban-judi-online
Banyak orang terjebak dalam harapan palsu akan kemenangan, di mana kenyataannya mereka tidak memiliki peluang nyata untuk menang. Dalam beberapa kasus, praktik judi online ini dipromosikan secara licik melalui iklan lowongan kerja palsu yang menjebak pencari kerja sebagai admin judi online. Maka dari itu, ketegasan pemerintah dalam memberantas praktik ini sangat penting untuk melindungi masyarakat.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengambil tindakan cepat untuk menangani masalah ini. Mereka fokus pada penindakan terhadap iklan lowongan pekerjaan yang ternyata bertujuan merekrut admin judi online. Kasus ini terungkap setelah seorang netizen melaporkan iklan lowongan yang mengarah ke posisi admin judi online, walaupun pada awalnya iklan tersebut mencantumkan posisi Customer Service.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menyatakan bahwa operator judi online terus berupaya menemukan cara baru untuk memanfaatkan platform digital, baik untuk menjalankan operasional judi online maupun untuk merekrut pekerja dengan modus penipuan. Praktik seperti ini sangat meresahkan karena mengancam aspek ekonomi dan kesehatan mental masyarakat yang terjebak dalam permainan yang tidak adil.
Sebagai langkah lanjutan, Kemnaker bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menyelidiki dan menindak pelaku penipuan lowongan kerja. Beberapa laporan telah masuk terkait modus serupa, di mana iklan lowongan kerja meminta data pribadi seperti identitas, nomor telepon, atau WhatsApp, yang kemudian dimanfaatkan untuk menjerat pelamar ke dalam dunia judi online.
Pemerintah juga mengimbau pengelola portal lowongan kerja untuk lebih waspada terhadap risiko iklan lowongan kerja palsu yang mengarahkan pada perekrutan judi online. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjebak dalam penipuan yang merugikan. Selain itu, Kemnaker meminta pencari kerja agar lebih teliti dan cermat dalam menanggapi iklan lowongan, terutama yang datang dalam bentuk email atau pesan pribadi yang berpotensi menipu. Penyuluhan semacam ini sangat penting agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari tawaran pekerjaan yang mencurigakan yang dapat berujung pada kerugian material maupun psikologis.
Dukungan terhadap tindakan tegas pemerintah mengalir dari berbagai pihak, termasuk platform lowongan kerja seperti Jobstreet. Setelah adanya laporan mengenai iklan lowongan kerja terkait judi online, pihak Jobstreet segera menonaktifkan iklan tersebut dan memblokir akun perusahaan yang terlibat. Meskipun awalnya tidak ada indikasi pelanggaran, setelah laporan diterima, perusahaan tidak menyediakan klarifikasi, sehingga penonaktifan dilakukan untuk mencegah dampak lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan platform digital sangat penting dalam memberantas penipuan berbasis online.
Namun, masalah judi online tidak hanya terbatas pada iklan lowongan kerja palsu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menegaskan bahwa judi online merupakan bentuk penipuan. Banyak orang terjebak dalam angan-angan untuk memenangkan permainan, padahal judi online telah dirancang sedemikian rupa agar pemain selalu kalah dan tidak dapat menarik kembali uang yang telah mereka setorkan. Program judi online, terutama permainan slot, dirancang untuk memanipulasi hasil dan membuat pemain merasa seolah-olah mereka memiliki peluang menang, padahal kenyataannya sudah diatur untuk meningkatkan deposit pemain.
Baca Juga : indonesia-dalam-keadaan-darurat-judi-online-mengenali-penyebab-dan-solusi-yang-dapat-diterapkan
Budi Gunawan menjelaskan bahwa operator judi online menggunakan mekanisme canggih untuk menipu pemain. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah pelepasan hormon endorfin pada pemain yang memenangkan permainan, membuat mereka merasa senang dan ingin bermain lebih banyak. Namun, setelah itu, permainan diatur untuk mengalahkan pemain, sehingga mereka kehilangan uang mereka tanpa bisa menariknya kembali. Fenomena ini sangat merugikan, karena tidak hanya membuat pemain kehilangan uang, tetapi juga menyebabkan ketergantungan yang semakin dalam terhadap judi online.
Pemerintah terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online, baik melalui kampanye maupun tindakan tegas terhadap pelaku judi online yang merugikan. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih waspada dan bijaksana dalam memilih platform digital, serta selalu berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan.
Pada akhirnya, pemberantasan judi online yang merugikan banyak orang memerlukan kerja sama antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat. Semua pihak harus bersatu untuk melawan praktik ilegal ini agar masyarakat tidak terperangkap dalam penipuan yang merugikan, serta terciptanya lingkungan digital yang lebih aman dan transparan.