sdtoto.id, Palangka Raya – Judi online semakin meresahkan masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan mental dan keharmonisan keluarga. Lingkungan keluarga serta keterlibatan dalam aktivitas positif menjadi faktor kunci dalam mencegah kecanduan judi online, yang dampaknya dapat menguras keuangan rumah tangga dan memicu konflik sosial.

sdtoto.id, Palangka Raya – Judi online semakin meresahkan masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan mental dan keharmonisan keluarga. Lingkungan keluarga serta keterlibatan dalam aktivitas positif menjadi faktor kunci dalam mencegah kecanduan judi online, yang dampaknya dapat menguras keuangan rumah tangga dan memicu konflik sosial.

Psikolog Palangka Raya, Rensi, menekankan bahwa dengan berkembangnya teknologi, generasi muda semakin rentan terhadap pengaruh judi online yang tersebar di berbagai aplikasi. Oleh karena itu, keluarga perlu waspada terhadap tanda-tanda perubahan perilaku, seperti kecanduan bermain gadget, menghabiskan waktu di dunia maya secara berlebihan, serta kecenderungan

Baca Juga : hampir-satu-juta-konten-judi-online-diblokir-hingga-februari-2025 menutup diri dari lingkungan sosial.

“Salah satu cara efektif mencegah kecanduan judi online adalah dengan menciptakan kesibukan yang bernilai positif, baik di lingkungan kerja maupun komunitas. Kurangi kebiasaan bermain ponsel hingga larut malam untuk menghindari paparan judi online yang semakin masif di media sosial,” ujar Rensi, Rabu (19/2/2025).

Judi Online Picu Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sementara itu, Pegiat Sosial Widya Kumala mengungkapkan bahwa jeratan judi online kerap menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga, terutama di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Banyak individu yang terjerat judi online mengalami kesulitan keuangan, hingga akhirnya nekat melakukan tindakan kriminal atau kekerasan terhadap keluarga mereka sendiri.

“Banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berawal dari judi online. Ketika seorang kepala keluarga mengalami kerugian akibat berjudi, tekanan ekonomi semakin berat dan kerap berujung pada tindakan agresif,” kata Widya.

Baca Juga : ri-darurat-judi-online-ini-perintah-terbaru-prabowo

Widya menambahkan bahwa pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak di dunia maya sangat penting untuk mencegah keterlibatan generasi muda dalam judi online. Selain itu, peran pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menjadi krusial dalam memblokir akses terhadap aplikasi dan situs yang mempromosikan judi online.

“Pemerintah harus lebih proaktif dalam menutup akses ke platform judi online. Tanpa tindakan tegas, semakin banyak generasi muda yang akan terjerumus dalam praktik perjudian daring,” tegas Widya.

Dengan adanya sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan penyebaran judi online dapat ditekan, sehingga generasi muda terhindar dari dampak negatif yang dapat menghancurkan masa depan mereka.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *