sdtoto.id, Jakarta – Pemerintah semakin serius dalam menangani penyalahgunaan aset digital negara, terutama dalam mencegah praktik judi online. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menutup situs-situs pemerintah yang tidak aktif agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Anggota Komisi I DPR, Syamsu Rizal, menilai kebijakan ini merupakan langkah yang tepat dalam memperkuat keamanan digital nasional.
Baca Juga : cegah-judi-online-dpr-dukung-penutupan-situs-pemerintah-tak-aktif
“Kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melindungi aset digital negara dan data publik dari ancaman kejahatan siber. Ini momentum baik untuk mempercepat transformasi digital yang lebih aman dan berintegritas,” ujar Syamsu, Minggu (2/3/2025).
Sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) Judi Online DPR, Syamsu mengungkap bahwa banyak pelaku judi online memanfaatkan celah keamanan pada situs pemerintah yang tidak aktif.
“Kami di Panja telah melihat langsung bagaimana situs pemerintah yang tidak aktif disalahgunakan oleh pelaku judi online. Langkah pemerintah ini sangat tepat dan perlu didukung penuh,” tegasnya.
Migrasi ke Platform yang Lebih Aman
Baca Juga : bahaya-judi-online-dampak-pencegahan-dan-solusi
Ke depannya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) akan melakukan migrasi konten penting dari situs yang tidak aktif ke platform terpusat dengan sistem keamanan yang lebih canggih.
“Ini adalah titik awal untuk memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan kualitas layanan publik berbasis teknologi, dan mengoptimalkan anggaran TI secara tepat sasaran,” tambah Syamsu.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko penyalahgunaan situs tak aktif oleh pihak tak bertanggung jawab serta meningkatkan efektivitas layanan digital untuk masyarakat.