sdtoto.id, Jakarta – Perkembangan judi online di Indonesia semakin meresahkan, dengan aliran dana yang diduga mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Pusat Pelaporan dan A

sdtoto.id, Jakarta – Perkembangan judi online di Indonesia semakin meresahkan, dengan aliran dana yang diduga mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap bahwa pelaku judi online memanfaatkan teknologi canggih untuk menyamarkan transaksi dan menghindari deteksi dari aparat penegak hukum.

Sejak 2019 hingga 2022, PPATK telah melaporkan lebih dari 25 kasus judi online kepada aparat hukum. Nilai transaksi yang terlibat pun sangat fantastis, dengan perputaran dana mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

Pelaku Judi Online Gunakan Teknologi Canggih untuk Hilangkan Jejak

Baca Juga : pemkot-jambi-pertimbangkan-pembentukan-satgas-judi-online

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengungkap bahwa pelaku judi online sangat piawai dalam menyamarkan transaksi mereka. Mereka menggunakan strategi perputaran dana dengan cara:

  • Berganti-ganti situs dan rekening bank untuk menghindari pemblokiran.
  • Menyalurkan dana ke bisnis sah agar tidak terdeteksi sebagai hasil judi.
  • Menggunakan metode pembayaran digital dan cryptocurrency untuk menghapus jejak keuangan.

“Kami melihat pola pergerakan dana yang terus berubah, baik melalui rekening bank, e-wallet, maupun aset digital lainnya. Banyak transaksi yang mengarah ke bisnis legal agar sulit dilacak,” ujar Ivan dalam keterangannya, Senin (22/8).

Judi Online Indonesia Diduga Terhubung ke Negara ASEAN & Tax Haven

Menurut PPATK, dana hasil judi online di Indonesia tidak hanya berputar di dalam negeri, tetapi juga mengalir ke berbagai negara ASEAN, seperti:

  • Thailand
  • Kamboja
  • Filipina

Selain itu, aliran dana juga terindikasi menuju negara tax haven, yang dikenal sebagai surga pajak dengan regulasi keuangan yang longgar. Hal ini menjadi tantangan besar bagi aparat hukum dalam menelusuri dan mengembalikan aset hasil perjudian ke Indonesia.

PPATK Perkuat Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum

Baca Juga : indonesia-sudah-darurat-judi-online-pemain-didominasi-kelas-menengah-ke-bawah

Untuk menangani masalah ini, PPATK terus berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan internasional, khususnya di negara-negara tujuan aliran dana judi online.

“Kami bekerja sama dengan aparat hukum untuk menganalisis pola transaksi dan mengidentifikasi pihak yang terlibat. Dukungan internasional sangat penting dalam memberantas praktik ini,” tegas Ivan.

Selain itu, demand yang tinggi di masyarakat juga menjadi faktor utama suburnya bisnis judi online. Karena itu, PPATK mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan promosi judi online, serta aktif melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal pengaduan PPATK dan aparat penegak hukum.

“Partisipasi publik sangat penting untuk mengungkap jaringan pelaku judi online dan aliran dananya. Semakin cepat informasi disampaikan, semakin cepat kami bisa bertindak,” pungkas Ivan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *