sdtoto.id, Judi online semakin marak dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif. Berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, dan pemerhati sosial, terus meningkatkan upaya edukasi dan pencegahan terhadap bahaya perjudian daring. Salah satu inisiatif aktif datang dari Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI), yang gencar mengkampanyekan literasi digital dan kesadaran akan dampak negatif judi online.
Ancaman Judi Online bagi Generasi Muda
Baca Juga : eksodus-wni-ke-kamboja-industri-judi-online-jadi-magnet-baru
Ketua Umum Prima DMI, Munawar Khalil, menegaskan bahwa judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga krisis moral yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa perkembangan judi online semakin pesat akibat kemudahan akses internet, rendahnya literasi digital, serta kurangnya regulasi ketat terhadap aktivitas perjudian daring. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam pemberantasan judi online.
Menurut Munawar, dampak judi online bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga berimbas pada kehancuran keluarga, kriminalitas, dan meningkatnya angka stres serta depresi akibat kecanduan.
Strategi Pencegahan oleh Prima DMI
Dalam upaya memberantas judi online, Prima DMI mengusulkan delapan strategi utama, di antaranya:
- Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Judi Online untuk melakukan pemantauan dan edukasi berkelanjutan.
- Pemblokiran situs judi online secara transparan dengan melibatkan penyedia layanan internet (ISP).
- Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan lembaga kepolisian untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar dan mahasiswa.
- Pembentukan Duta Digital yang bertugas mengampanyekan kesadaran bahaya judi online di media sosial.
- Pendirian Judol Crisis Center, sebuah pusat rehabilitasi bagi korban kecanduan judi online yang memberikan layanan konseling psikologis dan spiritual.
- Edukasi finansial bagi masyarakat untuk membantu keluarga terdampak judi online agar dapat mengelola keuangan secara lebih bijak.
- Mendorong petisi nasional yang mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam menutup akses ke situs perjudian daring.
- Kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyusun panduan fikih kontemporer terkait larangan judi online dalam Islam.
Dampak Psikologis dan Sosial dari Judi Online
Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Rana Setiawan, mengapresiasi langkah Prima DMI dalam memberantas judi online. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak signifikan dalam edukasi masyarakat.
Selain itu, dalam Kongres XVIII Muslimat NU, Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti dampak negatif judi online terhadap kesehatan mental. Banyak individu yang terjebak judi online mengalami stres berat, kehilangan kontrol atas keuangan, dan bahkan menghadapi konflik dalam rumah tangga.
Banyak kasus menunjukkan bahwa judi online kerap berujung pada tindakan kriminal dan bahkan perceraian. Misalnya, banyak suami yang kecanduan judi daring akhirnya menggadaikan rumah atau aset keluarga demi melanjutkan kebiasaannya.
Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Pencegahan
Pencegahan judi online tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga dan lingkungan sekitar. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perjudian daring.
Beberapa langkah yang bisa diambil, antara lain:
Baca Juga : rapat-dpr-dan-ojk-bahas-uang-judi-online-rp-2848-triliun-yang-dialihkan-ke-kripto
- Mengawasi aktivitas digital anak dan membatasi penggunaan gadget.
- Memberikan pemahaman dini tentang bahaya judi online dan risiko finansial yang ditimbulkannya.
- Mendorong kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan kegiatan sosial untuk mengalihkan perhatian dari perjudian.
Kolaborasi Nasional untuk Pemberantasan Judi Online
Selain peran masyarakat, upaya pemberantasan judi online juga harus melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan otoritas keuangan. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini.
Dengan sinergi yang kuat, generasi muda dapat diselamatkan dari jerat judi online. Gerakan #BerantasJudol yang digagas oleh Prima DMI dan berbagai organisasi lainnya menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki komitmen tinggi untuk melawan perjudian daring.
Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dan bebas dari pengaruh negatif judi online. Semua elemen bangsa harus terus berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif demi menjaga generasi mendatang dari ancaman perjudian daring.